Tampilkan postingan dengan label bisnis internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis internet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2009

Mari Ikuti Saya ...



moneyman

















Mesin uang 24 Jam NON STOP. Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet. Hanya Jika anda tahu caranya! Apapun latar belakang anda saat ini, selama anda mau belajar dan mencoba bisnis internet, formula bisnis, anda pun bisa menghasilkan uang melimpah dari Internet!

Mari saya beri anda sebuah contoh dari pengalaman hidup yang saya alami. Saat pertama kali menjelajahi dunia bisnis internet, saya sama sekali buta. saya tidak punya sedikitpun pengetahuan soal internet marketing, affiliate program, saya tidak tahu bagaimana caranya menghasilkan uang dari internet, dan sejuta pertanyaan yang hanya mampu menghasilkan tanda tanya besar di kepala saya. Lalu apa yang saya ACTION-kan?

Pertama, belajar sebanyak mungkin soal cara menghasilkan uang dari internet. Saya beli ebook, browsing soal affiliate programs dan sebagainya yang berhubungan dengan menghasilkan duit dari internet. Semua informasi yang saya dapatkan saya pelajari, tidak ada yang tersisa. Saya sangat bersemangat mempelajari semuanya. Tidak keberatan saya meski seharian berada di depan komputer. Sebab saya yakin apa yang sedang saya pelajari akan sangat berguna bagi masa depan saya kelak. Inilah yang telah mengubah kehidupan, yang sama sekali tidak saya bayangkan sebelumnya. Punya waktu banyak untuk keluarga dan terlepas dari masalah keuangan. Jika anda berkenan saya berbagi kebahagiaan, silakan klik banner-banner ini.

Wanita Bali Tempo Dulu ...

Sebab itu hai kaoem iboe bangsakoe Bali, marilah bersatoe oentoek menoentoet hak kita. Dan bangsakoe kaoem laki-laki yang soenggoeh-soenggoeh sayang akan bangsa yang lemah, sokonglah kami (I Goesti Ajoe Rapeg, Djatajoe, 25 November 1937, hlm.121-123).


Kalau ada yang mengatakan bahwa wanita Bali masih terbelakang dibandingkan laki-laki di bidang pendidikan, karier pekerjaan, atau dunia politik tentu sulit dibantah. Fakta dan data yang ada di masyarakat dengan mudah bisa mendukung bahwa pendapat itu banyak benarnya. Namun, kalau ada yang mengatakan bahwa wanita Bali bersifat pasif, nrimo, atau berpangku tangan saja tanpa memperjuangkan nasibnya atau nasib kaumnya dalam kehidupan sosial tentulah keliru.

Bukti-bukti tertulis menunjukkan bahwa wanita Bali bahkan sudah aktif berbicara sejak zaman kolonial untuk memperjuangkan harkat dan martabat kaumnya. Hal ini bisa dilihat dari publikasi-publikasi dari tahun 1920-an dan 1930-an yang banyak memuat artikel yang ditulis kaum wanita. Lewat tulisan-tulisan tersebut wanita Bali menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi kaumnya. Mereka juga mengkritik atau memprotes ketidakadilan gender yang menimpa kaumnya. Bersamaan dengan itu, mereka juga mendorong wanita Bali agar mau belajar meningkatkan kecerdasan diri sehingga tidak diremehkan dalam kehidupan sosial. Laki-laki Bali yang mengolok-olok wanita dengan menjadikan mereka istri kedua atau mencarikan madu, juga dikecam.

Wanita Bali tak hanya berbicara. Mereka juga terjun ke masyarakat dengan melaksanakan aksi nyata seperti program pemberantasan buta huruf untuk menolong kaumnya agar bisa baca tulis dan sadar akan arti penting kemajuan zaman. Untuk mencapai cita-cita memajukan kaumnya, wanita Bali yang berpendidikan tak hanya mengabdikan diri mnenjadi guru tetapi juga bersatu-padu membentuk organisasi sosial, seperti Poetri Bali Sadar. Diluar tugas resminya sebagai tenaga pengajar formal, mereka juga menyediakan waktu luang mereka untuk datang ke desa-desa menggelar program pemberantasan buta huruf. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, wanita Bali juga mendapat dukungan positif dari sejumlah intelektual laki-laki.

(Dari Resensi buku : WANITA BALI TEMPO DOELOE perspektif masa kini, penerbit Bali Jani, I Nyoman Dharma Putra)



Selasa, 10 Maret 2009

Kata-kata Kasar





Ceritanya ..................,
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.
" Oh, Maafkan saya " adalah reaksi saya.
Ia berkata, "Maafkan saya juga, saya tidak melihat anda".
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita
memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam,
anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.
Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh.
"Minggir !!", kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur.
Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur,
dengan halus bayanganku berbicara padaku,
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal,
etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur,
engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.
Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu, merah muda, kuning dan biru.
Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan
yang ia akan buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu".
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,
"Bangun nak, bangun," kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku ?"
Ia tersenyum, "Aku menemukannya jatuh dari pohon."
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu,
Ibu seharusnya tidak membentakkmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa, Aku tetap mencintaimu."
Akupun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar
menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya
mencari pengganti kita dalam hitungan hari ?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan
selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan ?"

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas ?
Apakah anda tahu apa arti keluarga ?
Dalam bahasa Inggris, keluarga sama dengan family
Family - (F)ather, (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.
Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang anda pedulikan,
Saya telah melakukannya.

Cerita ini saya dapatkan di waktu lalu ketika seorang teman mengirimi saya resonansi
yang berisikan sebuah cerita di atas .., menyentuh sekali ...
Semoga tulisan ini juga menyentuh pembaca yang lain untuk dapat
lebih menyebarkan kasih sayang, paling tidak kepada orang terdekat kita
lalu menyebar ke orang-orang sekitar, dan dunia semoga damai ....

Terima kasih ....,