Jumat, 13 November 2009

Mari Ikuti Saya ...



moneyman

















Mesin uang 24 Jam NON STOP. Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet. Hanya Jika anda tahu caranya! Apapun latar belakang anda saat ini, selama anda mau belajar dan mencoba bisnis internet, formula bisnis, anda pun bisa menghasilkan uang melimpah dari Internet!

Mari saya beri anda sebuah contoh dari pengalaman hidup yang saya alami. Saat pertama kali menjelajahi dunia bisnis internet, saya sama sekali buta. saya tidak punya sedikitpun pengetahuan soal internet marketing, affiliate program, saya tidak tahu bagaimana caranya menghasilkan uang dari internet, dan sejuta pertanyaan yang hanya mampu menghasilkan tanda tanya besar di kepala saya. Lalu apa yang saya ACTION-kan?

Pertama, belajar sebanyak mungkin soal cara menghasilkan uang dari internet. Saya beli ebook, browsing soal affiliate programs dan sebagainya yang berhubungan dengan menghasilkan duit dari internet. Semua informasi yang saya dapatkan saya pelajari, tidak ada yang tersisa. Saya sangat bersemangat mempelajari semuanya. Tidak keberatan saya meski seharian berada di depan komputer. Sebab saya yakin apa yang sedang saya pelajari akan sangat berguna bagi masa depan saya kelak. Inilah yang telah mengubah kehidupan, yang sama sekali tidak saya bayangkan sebelumnya. Punya waktu banyak untuk keluarga dan terlepas dari masalah keuangan. Jika anda berkenan saya berbagi kebahagiaan, silakan klik banner-banner ini.

Wanita Bali Tempo Dulu ...

Sebab itu hai kaoem iboe bangsakoe Bali, marilah bersatoe oentoek menoentoet hak kita. Dan bangsakoe kaoem laki-laki yang soenggoeh-soenggoeh sayang akan bangsa yang lemah, sokonglah kami (I Goesti Ajoe Rapeg, Djatajoe, 25 November 1937, hlm.121-123).


Kalau ada yang mengatakan bahwa wanita Bali masih terbelakang dibandingkan laki-laki di bidang pendidikan, karier pekerjaan, atau dunia politik tentu sulit dibantah. Fakta dan data yang ada di masyarakat dengan mudah bisa mendukung bahwa pendapat itu banyak benarnya. Namun, kalau ada yang mengatakan bahwa wanita Bali bersifat pasif, nrimo, atau berpangku tangan saja tanpa memperjuangkan nasibnya atau nasib kaumnya dalam kehidupan sosial tentulah keliru.

Bukti-bukti tertulis menunjukkan bahwa wanita Bali bahkan sudah aktif berbicara sejak zaman kolonial untuk memperjuangkan harkat dan martabat kaumnya. Hal ini bisa dilihat dari publikasi-publikasi dari tahun 1920-an dan 1930-an yang banyak memuat artikel yang ditulis kaum wanita. Lewat tulisan-tulisan tersebut wanita Bali menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi kaumnya. Mereka juga mengkritik atau memprotes ketidakadilan gender yang menimpa kaumnya. Bersamaan dengan itu, mereka juga mendorong wanita Bali agar mau belajar meningkatkan kecerdasan diri sehingga tidak diremehkan dalam kehidupan sosial. Laki-laki Bali yang mengolok-olok wanita dengan menjadikan mereka istri kedua atau mencarikan madu, juga dikecam.

Wanita Bali tak hanya berbicara. Mereka juga terjun ke masyarakat dengan melaksanakan aksi nyata seperti program pemberantasan buta huruf untuk menolong kaumnya agar bisa baca tulis dan sadar akan arti penting kemajuan zaman. Untuk mencapai cita-cita memajukan kaumnya, wanita Bali yang berpendidikan tak hanya mengabdikan diri mnenjadi guru tetapi juga bersatu-padu membentuk organisasi sosial, seperti Poetri Bali Sadar. Diluar tugas resminya sebagai tenaga pengajar formal, mereka juga menyediakan waktu luang mereka untuk datang ke desa-desa menggelar program pemberantasan buta huruf. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, wanita Bali juga mendapat dukungan positif dari sejumlah intelektual laki-laki.

(Dari Resensi buku : WANITA BALI TEMPO DOELOE perspektif masa kini, penerbit Bali Jani, I Nyoman Dharma Putra)



Kamis, 23 April 2009

Mengurangi Rasa Tertekan Dalam Bekerja

Dalam sebuah rangkuman tanya jawab antara Mario Teguh (motivator ternama Indonesia), saya begitu tertarik untuk membagikannya untuk peselancar blog saya ini. Semoga inspirasi ini dapat menguatkan kita dalam berkarya nyata setiap harinya.

Mengurangi Rasa Tertekan Dalam Bekerja "Pak Mario Teguh yang saya kagumi, Saya mempunyai masalah di kantor saya yang membuat saya menjadi tidak nyaman di kantor ini. Seringkali kebijakan-kebijakan atasan yang tidak konsisten membuat saya frustrasi. Misalnya yang bukan jadi pekerjaan utama saya, tetapi dibebankan kepada saya. Bagaimana cara saya menyikapi ini Pak Mario, sehingga saya merasa tidak tertekan dalam bekerja.. Oh ya Pak Mario saya sebagai Admin Marketing. Saya tunggu saran Bapak yang baik itu. Terima kasih", Ratih, Karawang

Mario Teguh menjawab:
"Terima kasih atas pertanyaan baik Ibu, Ibu Ratih yang baik, jangan batasi kebaikan yang bisa Anda lakukan, karena itu akan membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.Dia yang berhasil selalu membedakan dirinya dari orang lain dengan membangun kebiasaan untuk melakukan hal-hal yang tidak akan dilakukan oleh orang-orang yang sulit berhasil. Ibu Ratih yang baik, apakah Ibu pernah mendengar ungkapan kalimat " ... seandainya saja dulu saya bersikap lebih baik .....? Pernyataan itu adalah pernyataan orang yang menyesal karena memilih-milih kualitas sikap yang digunakannya untuk memperlakukan apa pun yang sedang dihadapinya. Karena kita bisa salah dalam menghargai orang dan kesempatan, maka perintah-Nya kepada kita, Anda dan saya, adalah untuk selalu menggunakan sikap terbaik kita. Hanya dia yang niat dan cara-cara-nya yang baik, yang bisa mencapai kebaikan.
Begitu dulu ya, Ibu Ratih. Salam Super, Mario Teguh" Demikian Mario Teguh mengakhiri motivasinya kepada kita semua juga ....

Senin, 16 Maret 2009

Mari Berfikir Positif

Ada berbagai cara manusia guna dapat meningkatkan kualitas diri dan kehidupannya, baik dengan pelatihan diri, belajar dan meningkatkan diri dengan ilmu pengetahuan, maupun lewat berbagai pengalaman hidup yang pernah dijalaninya. Setiap orang seperti ini sudah tentu berusaha untuk tahu bagaimana mereka dapat menjalani hidupnya dengan lebih mudah dan lebih baik. Hidup akan lebih mudah untuk dijalani bila kita menjalaninya dengan berfikir positif. Lalu bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang bersemayam di benak dan kepala kita, barangkali tidak banyak orang yang memahaminya. Untuk itu, alangkah baiknya kita mulai mengenali ciri-ciri orang yang selalu berfikir positif, dan bagaimana kalau kita mulai mencoba meniru jalan fikirannya.
Melihat Masalah Sebagai Tantangan ; Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara di seluruh dunia.
Menikmati Hidupnya ; Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keaadaanya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Pikiran Terbuka untuk Menerima Saran dan Ide ; Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Lupakan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak. Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah. Mensyukuri Apa yang Dimiliki ; dan bukannya berkeluh kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya. Tidak Mendengarkan Gosip yang tidak Menentu ; Sudah pasti gosip berkawan dengan pikiran negatif. Karena itu, membiarkan telinga ini mendengarkan omongan yang tak ada juntrungannya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir postif. Tidak Bikin Alasan, Tapi Langsung Bikin Tindakan ; Pernah dengar plesetan NATO (No Action Talk Only), Nah mereka ini jelas penganut pikiran positif. Menggunakan Bahasa Positif ; maksudnya kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti : "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat." Menggunakan Bahasa Tubuh yang Positif ; Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi bersahabat, antusias dan hidup. Peduli Pada Citra Diri ; Itu sebabnya, mereka yang berfikiran positif berusaha tampil baik (walau bukan perfectionist). Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Jumat, 13 Maret 2009

Gelar Kebagsawanan Masih Pentingkah ?

Bagi anda yang ingin tahu atau membanggakan gelar kebangsawanan utamanya di Pulau mungil ini, tentunya akan bertanya-tanya kenapa gelar kebangsawanan mereka berbeda-beda ; ada yang menyandang wangsa Cokorda, Ngakan, I Dewa dan lainnya ada baiknya kita mulai dengan mengetahui lebih mendalam sejarah kelahiran manusia Bali. Sebab, menurut pengajar Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra, Universitas Udayana, I Nyoman Wijaya, gelar pada seseorang itu muncul berhubungan erat dengan asal usul yang bersangkutan, dari keturunan mana ia dilahirkan. Wijaya kemudian mengutip silsilah kewangsaan masyarakat di Bali dari buku "Aneka catatan tentang hukum adat Bali" karangan Mr Gde Panetje, terbitan CV Kayu Mas.

Dalam buku ini diuraikan gelar I Dewa hanya dipakai Dalem Klungkung yang bertahta bila beristrikan Ibu Padmi. Anak dari keturunan Dalem Klungkung dengan Ibu Panawing (jaba) diberi gelar Tjokorda. Pradewa, yakni sebutan bagi orang yang berasal dari keturunan Raja Klungkung, namun sudah tak lagi memegang kekuasaan. Keturunannya bergelar Dewa bagi yang laki dan Desak untuk perempuan. Bila ada warga keturunan Raja Klungkung yang tak lagi memegang kekuasaan, kemudian kawin dengan warga yang kastanya lebih rendah, maka dinamakan Pungakan. Keturunannya bergelar Ngakan untuk yang laki dan Desak bagi wanita.

Prabagus adalah wangsa yang diberikan kepada adik Dalem Klungkung namun tak memegang kekuasaan. Gelar keturunannya Bagus untuk pria dan Ayu bagi wanita. Ada pula sebut warga Prasanghyang, yaitu keturanan warga Bandesa Pasek yang diangkat kesatrya oleh Dalem Ketut. Turunannya kemudian bergelar Sang pada pria dan Sangayu bagi si wanita.

Sumber : Sarad Bali #80 122006

Prajapati : Penguasa semua mahkluk hidup dalam hal ini menurut kitab-kitab suci weda di sebut antara lain Batara Indra, Sawitri, Soma, Hiranyagarba, yaitu indung telur alam semesta ini. Namun dalam istilah Manu, penguasa tunggal dan pencipta mahluk hidup adalah brahma, atau Brahma adalah Prajapati.

Nyoman S.Pendit (Sarad #105/Januari 2009)

Selasa, 10 Maret 2009

Kata-kata Kasar





Ceritanya ..................,
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.
" Oh, Maafkan saya " adalah reaksi saya.
Ia berkata, "Maafkan saya juga, saya tidak melihat anda".
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita
memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam,
anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.
Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh.
"Minggir !!", kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur.
Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur,
dengan halus bayanganku berbicara padaku,
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal,
etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur,
engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.
Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu, merah muda, kuning dan biru.
Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan
yang ia akan buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu".
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,
"Bangun nak, bangun," kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku ?"
Ia tersenyum, "Aku menemukannya jatuh dari pohon."
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu,
Ibu seharusnya tidak membentakkmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa, Aku tetap mencintaimu."
Akupun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar
menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya
mencari pengganti kita dalam hitungan hari ?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan
selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan ?"

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas ?
Apakah anda tahu apa arti keluarga ?
Dalam bahasa Inggris, keluarga sama dengan family
Family - (F)ather, (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.
Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang anda pedulikan,
Saya telah melakukannya.

Cerita ini saya dapatkan di waktu lalu ketika seorang teman mengirimi saya resonansi
yang berisikan sebuah cerita di atas .., menyentuh sekali ...
Semoga tulisan ini juga menyentuh pembaca yang lain untuk dapat
lebih menyebarkan kasih sayang, paling tidak kepada orang terdekat kita
lalu menyebar ke orang-orang sekitar, dan dunia semoga damai ....

Terima kasih ....,

Kamis, 26 Februari 2009

Make your smile cheap



Sebuah penelitian di England menemukan bahwa seorang bayi tersenyum 400 kali dalam sehari, remaja 17 kali dan dewasa tidak sama sekali !! Orang yang sukses membuat wajah merasa kaku. Apakah kekasaran tanda-tanda sukses ? Apakah bila kita stress itu tanda berlimpahan harta, ilmu dan martabat ? Kita harus tersenyum lebih banyak. Setiap hari, setiap pagi, tataplah cermin dan berikan diri kita senyum yang lebar. Seluruh otot muka kita akan rileks. Syaraf otak kita menjadi rileks dan kita menjadi lebih percaya diri, lebih berani dan mendapatkan energi baru dalam hidup. Jangan biarkan senyum kita dicuri oleh siapapun. Biasanya kita berikan amarah kita sebanyak-banyaknya dan seyum kita kadang-kadang, seakan-akan harga senyum kita mahal. Dalam pencerahan, senyum itu gratis bagaikan sinar matahari, udara dan air, dan amarah sangat mahal bagaikan berlian. Jadikan senyum kita murah dan pasanga harga marah untuk amarah. Kita berada di sini untuk tujuan yang lebih besar. Ambillah tantangan ini, walau apapun yang terjadi, kita akan tersenyum hari ini, dan bergembira. Mari tingkatkan senyum ....

Selasa, 24 Februari 2009

Doa dan Syukur



Doa adalah sarana vital untuk meningkatkan kehidupan kita. Doa juga menyuburkan nilai-nilai integritas dan kejujuran. Doa terjadi dalam dua situasi, atau dalam suatu situasi berkombinasi. Pada saat anda bersyukur atau pada saat kita tidak berdaya sama sekali. Jika kita tidak penuh rasa syukur dan doa maka kita akan penuh rasa duka. Dalam kedua situasi ini, doa kita pun akan terjawab. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan. Apa yang tidak bisa kita lakukan kita berdoa untuk itu. Ada satu tipe manusia yang bersyukur atas segala peningkatan yang terjadi dalam kehidupan mereka. Ada tipe kedua yang yang merasa tidak berdaya dan lemah. Kedua-keduanya akan dikaruniai. Spiritualitas bukan suatu ritual atau melakukan sesuatu. Ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, meningkatkan keberadaan dan melihat bahwa seluruh dunia ini adalah hanya roh jiwa atau kesadaran. Gunakan doa untuk membawa integritas dalam kepribadian kita. Apapun yang kita lakukan, ketahuilah bahwa ada yang maha kuasa yang mempunyai kata akhir dan kata itulah yang terbaik.

Rabu, 18 Februari 2009

Sampah plastik ? .. No way ...



Exeperience is good theacer
barangkali inilah ungkapan klise yang bisa kita pakai untuk tulisan di bawah. Barangkali sudah banyak blogger pula yang menulis hal sama untuk tajuk kita kali ini. Ada pengalaman yang berharga sekali yang penulis ingin bagikan dalam hal ini mengenai sampah khususnya sampah plastik. Selama dua tahun mengembara di negeri orang dalam hal ini Jepang, selain belajar khusus tentang Bahasa Jepang, budaya dan keseharian mereka, penulis justru teronggok pada gaya hidup orang Jepang dalam hal penanganan masalah sampah. Mereka begitu peduli akan sampah sejak ia dibuang setelah tidak terpakai lagi. Mereka memisahkan sampah sesuai jenisnya seperti : limbah dapur, kertas koran, botol-botol bekas, botol plastik, majalah bekas, barang elektronik ke dalam kantong-kantong yang berbeda. Mereka meyakini dan menerapkan ilmu yang mereka miliki secara disiplin bahwa ada sampah-sampah tertentu yang memang sulit dan bahkan tidak bisa diuraikan oleh tanah. Oleh sebab itu setelah sampah itu masuk ke pusat pengelolaan sampah masing-masing akan didaur ulang kembali menjadi bahan baku tertentu.

Dari sisi lingkungan tentu hal ini sangatlah bermanfaat daripada sampah plastik itu di bakar atau ditanam. Nah bagaimana halnya dengan penanganan sampah di kampungku, Bugbug. Secara umum sudah berjalan baik, sebab ada beberapa keluarga yang terlihat memisahkan sampah organik dari sampah plastik lainnya. Sampah organik itu dibawa ke sawah untuk ditanam guna dijadikan humus. Sedangkan botol plastik lainnya dikumpulkan untuk dijual kepada para pengepul sampah plastik. "Lumayan lah untuk tambahan uang saku anak sekolah", kata mereka.

Guna bersama-sama memupuk rasa kepedulian akan kelestarian lingkungan, rekan-rekan IWB Denpasar pernah melaksanakan kegiatan penghijauan dan pemungutan sampah plastik di sepanjang jalan menuju Pura Gumang Desa Adat Bugbug, Karangasem. Antusiasme dan partisipasi warga cukup tinggi, dibuktikan dengan diikuti oleh ratusan orang dalam program ini. Ke depan hal ini akan digiatkan kembali sehingga keberadaan IWB Denpasar sebagai organisasi benar-benar dirasakan baik oleh warga maupun krama Desa Pakraman Bugbug khususnya dalam hal pelestarian lingkungan.

Demikian .....

Kamis, 22 Januari 2009

Hemat Listrik yook .....

Hemat Listrik yook .....

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan
tidak peduli sekecil apapun tindakan itu.
Contoh kecil saja :

Manfaatkan air bilasan cucian terakhir untuk menyiram tanaman ...
Cobalah galang kebersamaan dengan pimpinan setempat untuk
mengumpulkan sampah plastik dalam berbagai kesempatan guna di daur ulang.
Jika sistem drainse di dalam rumah memungkinkan buatlah penampungan
air hujan walau itu dengan ember sekalipun yang dapat dipakai
paling tidak untuk menyiram toilet atau membersihkan kamar mandi sekalipun.
Pengalaman saya, pemanfaatan air hujan untuk hal-hal seperti ini
mengurangi pengeluaran saya untuk membayar tagihan listrik
khususnya dalam penggunaan pompa air.

Pompa air listrik yang menggunakan direct pipe ke keran
akan meningkatkan penggunaan listrik,
sebab setiap kali buka keran mesin pompa akan memerlukan
banyak energi listrik yang pada gilirannya
menambah beban PLN untuk meningkatkan penggunaan BBM.
Penggunaan bak penampungan setelah pompa selanjutnya
dialirkan lewat keran yang dibutuhkan ternyata mengurangi
penggunaan listrik secara signifikan.

Kebiasaan berjalan kaki untuk tujuan berjarak dekat juga dapat membantu
pengurangan penggunaan BBM,
yang pada gilirannya dapat meningkatkan kebugaran
dan seterusnya.
Saya apresiasi tinggi kepada club-club bersepeda
yang mengkampanyekan bycycle to work.
Di kota saya pernah dicanangkan Jum'at tanpa mobil
oleh pemerintah, tapi hanya berjalan beberapa saat
setelah itu hilang begitu saja seperti di telan bumi .....
sayang sekali.

Rabu, 21 Januari 2009

Seandainya ....


Saya sering bertanya pada diri sendiri, kenapa masih banyak orang yang tidak mau belajar dari berbagai kejadian yang dialaminya di masa lalu, atau dari berbagai pengalaman orang lain yang mungkin dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari ......

Kejadian banjir kecil di beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah terjadi akhirnya terjadi. Barangkali dari hal-hal kecil masing-masing dari kita dapat berpartisipasi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya banjir kecil itu.

Jika saja setiap rumah tangga dapat membuat satu saja lubang untuk penyerapan air hujan,
Kalau saja setiap rumah melakukan pengerasan halaman bukan dengan pembetonan melainkan dengan paving berpori yang memungkinkan terjadinya penyerapan air .... dan seandainya pula setiap keluarga secara disiplin tidak membuang sampah ke kali ... Kalau saja setiap rumah di perkotaan menanam satu pohon saja untuk penghijauan .. Bila saja setiap orang menolak kantong plastik setiap belanja dan membawa tas belanja sendiri dari rumah ..... Mulut ini seakan kelu ..., Seandainya saja setiap caleg yang bertempur sekarangan ini
mau menggunakan sebagian dana kampanye untuk beriklan Lestari lingkungan.

Di rumah saya promosikan pada anak-anak agar kumpulkan barang-barang bekas, kaleng bekas, botol bekas untuk dijual kembali pada pemulung. Bukan masalah berapa Rupiah mereka menjualnya, tapi lebih kepada pembiasaan untuk tidak membuangnya sembarangan
yang akhirnya akan merusak lingkungan dan yang lebih parah lagi ; menyakiti Ibu Pertiwi ...

Masih buanyak lagi ......





Terima kasih sudah membaca ....